Jumat, 19 Oktober 2012

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN








KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN

Wasiat bittaqwa
Sekarang kita berada di bulan suci Ramadlan, bulan yang penuh rahmat, hidayah, ampunan, pembebasan diri dari siksa neraka. Untuk itu, marilah kita gunakan waktu bulan Ramadlan ini dengan senantiasa meningkatkan amaliah-amaliah ibadah untuk menuju kebahagiaan yang hakiki kelak di yaumul qiyamah/alam barzah. Bulan yang penuh hikmah ini, belum tentu kita tahun depan bisa bertemu kembali. Menghirup udara di bulan tersebut. Ini semuanya adalah kita pasrahkan kepada yang Maha kuasa yaitu Allah. Kita hamba Allah tidak bisa memastika atau menentukan.
اَناَ اُرِيْدُ اَنْتَ تُرِيْدُ وَاللهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ
Pada kesempatan ini, yang perlu adalah kita mawas diri/introspeksi diri kita sendiri. Sudahkah selama kita melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh agama, seperti halnya persoalan yang ada dalam pribadi seseorang. Sejauh mana kita bisa menahan gejolak emosional, sifat ghibah menghardik dan sebagainya. Mampukan kita mengatasi hal tersebut secara maksimal..? sudahkah semua pelaksanaan kegiatan fisik kita dioptimalkan untuk menuju tatanan ibadah..? seperti mata, berapa persenkah mata kita digunakan untuk membaca ayat-ayat Allah dalam kehidupan selama kehadiran bulan ramadlan..? berapa Juzkan Al Qur’an yang sudah kita baca..?. Telinga, mampukah telinga kita ketika mendengarkan sesuatu yang tidak menimbulkan kemaksiatan selama kedatangan bulan suci ini..? sudahkah hari kita, siang malam selalu ingat kepada Allah baik melalui dzikir, munajat atau amalan-amalan untuk menuju pengabdian kita kepada Yang Maha Kuasa..? kalau kita jawabannya belum 100% maka pada kesempatan yang baik inilah kita ada peluang untuk memohon kepada Allah agar senantiasa diberi kekuatan untuk merubahnya menuju kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tuntunan syari’at. Dan juga pada bulan ramadlan ini kita berkesempatan untuk memperbaiki diri, bertobat meskipun dapat dilakukan kapan saja. Namun terasa lebih terbuka dan konsentrasi manakala ada pada bulan yang penuh berkah ini. Untuk itu marilah kita senantiasa beribadah dengan ikhlas, betul-betul mengharap ridho Allah sehingga ibadah puasa kita tidak sia-sia bahkan mendapat pahala dari Allah yang berlipat ganda.
                 ( PD II/82 )     لَوْ يَعْلَمُ مَا فِى هَذَاالشَّهْرِ مِنَ اْلخَيْرَاتِ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِيْ اَنْ يَكُوْنَ رَمَضَانَ السَّنَةَ كُلَّهَا     
Artinya : “Andai sekalian manusia mengetahui bulan ramadlan itu dilipat gandakannya pahala, betul-betul umatku mengharap mudah-mudahan setahun itu menjadi bulan ramadlan semua.”
شَهْرٌ يُزَادُ فِيْهِ رِزْقُ اْلمُؤْمِنِ وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَاَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَأَخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ  (تنبيه الغافلين : ١١٨)
Artinya : “Bulan Ramadlan adalah bulan dimana Allah menambahkan rizqi pada kita semua selaku orang muslim. Sehingga niscaya Allah ketika waktu yang sangat berharga ini digunakan untuk beribadahsemata-mata, Allah akan memberikan kecukupan dalam kehidupan kita semua.”
Apalagi nanti ketika kita memasuki 10 hari terakhir yang termasuk dianjurkan Rasul untuk memperbanyak ibadah.
Sebagaimana sabda Rasul :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اْلعَشْرَ أَحْياَ اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَذَّ اْلمِئْزَرَ
(PD II/97)
Artinya : “Dari ‘Aisyah RA. berkata, Nabi Muhammad SAW tiap-tiap malam likuran (sepertiga yang terakhir) tekun beribadah, dan membangunkan keluarganya untuk diajak beribadah bersama.”
Apalagi pada tanggal-tanggal tersebut kita menghendaki untuk bisa mendapatkan Lailatul Qodar (ليلة القدر)
فَقَدْ سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَلاَماَتِ لَيْلَةِ اْلقَدَرِ, فَقَالَ : هِيَ لَيْلَةٌ بَلْجَةٌ أَىْ مُشْرِفَةٌ نَيِّرَةٌ لاَ حَارَّةَ وَلاَ بَارِدَةَ وَلاَ سَحَابَ فِيْهَا وَلاَ مَطَرَ وَلاَ رِيْحَ وَلاَ يُرْمَى فِيْهاَ بِنَجْمٍ وَلاَ تُطْلُعُ الشَّمْسُ صَبِيْحَتَهَا مُشْعِشَةً.   ( PD II/96 )          
Artinya : “Rasulullah SAW pernah ditanya tentang tanda-tanda lailatul qodar. Beliau bersabda : malam lailatul qodar yaitu malam yang terang dan cemerlang, hawanya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada awan dan tidak ada hujan, tidak ada angin dan tidak ada bintang yang dilempar, dan paginya, keluarnya matahari terang tidak tersirat.”
وَعَنْ عائشةَ قَالَتْ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِذَا وَافِيْتُ لَيْلَةَ اْلقَدَرِ فِبِمَ أَدْعُوْا ؟ قَالَ : قُوْلِيْ, اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّي.
       (PD II/97)
Artinya : “Siti Aisyah berkata pada Nabi SAW : Wahai Rasulallah, bila saya berada dimalam Lailatu Qodar apa ada do’a yang harus saya baca..?. Nabi bersabda : yaitu membaca : Wahai Allah, sesungguhnya engkau adalah Maha Pemaaf dan senang akan kemaafan, maka maafkanlah aku.”
Disamping kita memperbanyak amal ibadah kita, tapi jangan lupa kita juga harus bisa menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa kita.
خَمْسَةُ أَشْياَءَ تُحْبِطُ الصَّوْمَ : اْلكَذِبُ وَاْلغِيْبَةُ وَالنَّمِيْمَةُ وَاْليَمِيْنُ اْلغَمُوْسُ وَالنَّظْرُ بِشَهْوَةٍ
Lima perkara yang bisa menghilangkan pahala puasa :
1.    Berbohong
2.    Mengumpat/Menggunjung
3.    Adu Domba/Memfitnah
4.    Sumpah Palsu
5.    Melihat Perempuan Lain dengan syahwat
Hadirin Rahiakumullah…
Perlu kita ketahui, bahwasanya ibadah puasa itu memiliki tiga tingkatan/drajat. Diantaranya :
1.            صوم العوام
Puasanya orang ‘awam, tingkatan puasa ini hanya sebatas meninggalkan makan dan minum saja, dari fajar sampai ghurub (terbenamnya matahari). Namun, anggota tubuh masih belum bisa melepaskan diri dari yang namanya kemaksiatan. Telinga masih saja mendengarkan kemaksiatan, lidah masih tetap melakukan kebohongan, menggunjing, memfitnah dan sebagainya. 
2.            صوم الخواص
Pada tingkatan puasa ini, selain menahan rasa lapar dan dahaga, anggota tubuh juga mampu meninggalkan apa-apa yang mengarah pada kemaksiatan. Termasuk tidak terlalu kenyang ketika berbuka puasa, walaupun yang dimakan adalah makanan yang halal.
3.            صوم الخواص الخواص
Tingkatan puasa yang terakhir ini, puasanya para Anbiya dan Assiddiqin. Selain menahan rasa lapar, dahaga, menjaga anggota tubuh agar tidak mengarah pada hal-hal kemaksiatan, mereka juga di bulan Ramadhan yang suci ini senantiasa meningkatkan  تقرب/pendekatan diri kepada Allah SWT. Serta meninggalkan pemikiran-pemikiran yang bersifat duniawi    (  الأفكار الدنيوية ).
معاشر المسلمين رحمكم الله..............
Namun demikian, kita harus merasa bahagia atas kedatangan bulan suci Ramadhan, sekaligus dijadikannya kita semua sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Sebab, di bulan suci Ramadhan Allah SWT senantiasa memberi keutamaan terhadap umat Nabi Muhammad SAW, yang tidak pernah diberikan kepada selain umat Nabi Muhammad SAW.
أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ خَمْسَةُ أَشْياَءَ لَمْ تُعْطَ لأَحَدٍ قَبْلَهُمْ
1.             Di awal bulan Ramadhan, Allah SWT memandang umat Muhammad SAW dengan rasa penuh kasih sayang. Sedang, barang siapa yang dilihat oleh Allah SWT dengan rasa kasih sayang/rahmat, niscaya ia akan dijauhkan dari siksa Allah.
يَنْظُرُ اللهُ اِلَيْهِمْ بِالرَّحْمَةِ، وَمَنْ نَظَرَ اللهُ اِلَيْهِ بِالرَّحْمَةِ لاَيُعَذِّبُهُ بَعْدَهُ اَبَدًا.
2.             Allah memerintahkan para malaikat untuk memintakan ampun pada Allah bagi orang-orang yang berpuasa.
يَأْمُرُ اللهُ تَعَالَى اْلمَلَائِكَةَ بِاْلإِسْتِغْفَارِ لَهُمْ.
3.                Bahwasanya disisi Allah, aroma mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dari pada aroma minyak misik.
أَنَّ رَائِحَةَ فَمِّ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ،
4.                  Allah berkata pada surga. Wahai surge, ambilah perhiasanmu. (yakni orang-orang yang dikasihani Allah SWT)yang senantiasa berpuasa di bulan suci Ramadhan.
طُوْبَى لِعِباَدِي اْلمُؤْمِنِيْنَ هُمْ أَوْلِيَائِىْ.
5.                  Allah akan memberikan ampunan kepada mereka atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
يَغْفِرُ اللهُ تَعَالَى لَهُمْ جَمِيْعًا.
معاشر المسلمين رحمكم الله..............
Demikian tadi keuntungan/keutamaan kita semua manakala kita selalu melaksanakan ibadah puasa dan memperbanyak amalan sholeh di bulan Ramadhan ini.





جعلنا الله وإياكم من الفائزين الأمنين. وادخلنا وإياكم فى زمرة الموحدين. أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. شهر رمضان الذي أنزل فيه القران هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان. وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين.


KH. ACHMAD SYIFA CHOLIL
Pengasuh Ponpes Al Ishlah Assalafiyah

1 komentar:

  1. alhamdulillah... syukron katsir.. insya allah bermanfaat dan menambah referensi pengetahuan seputar ramadhan dan insya allah akan terus di syiarkan dan di sampaikan kepada hadirin yang belum menjangkau dunia internet, dan semoga jadi amal jariyah.. amin ya robbal 'alamin.

    BalasHapus